World Museum Guide
Museum Etnografi ⏱ 1 jam

Museum Adityawarman

Padang · Indonesia · 1977

Museum Adityawarman, Padang

Photo: Rhmtdns · CC BY-SA 4.0

Jawaban singkat

Museum Adityawarman adalah museum provinsi Sumatera Barat yang dibuka pada 1977 di sebuah rumah gadang, rumah adat Minangkabau, di Jalan Diponegoro, pusat Kota Padang. Buka Selasa–Minggu: 08.00–16.00 WIB; tutup setiap hari Senin. Tiket: Rp5.000 untuk dewasa; Rp3.000 untuk anak-anak dan pelajar. Luangkan waktu 1 jam.

Informasi pengunjung terakhir ditinjau 22 Oktober 2026. Periksa situs resmi museum untuk informasi terbaru.

Museum Adityawarman sekilas: jam buka, harga tiket, dan lama kunjungan

Jam buka Selasa–Minggu: 08.00–16.00 WIB (Tutup setiap Senin dan hari libur nasional)
Tutup Senin
Harga tiket Rp5.000 untuk dewasa; Rp3.000 untuk anak-anak dan pelajar
Gratis atau diskon Anak-anak dan pelajar: Rp3.000
Pemesanan Tiket biasanya tersedia di hari yang sama
Waktu kunjungan 1 jam
Waktu terbaik berkunjung Datanglah pagi, mulai pukul 08.00 WIB, untuk menikmati rumah gadang dan tamannya sebelum siang terik.
Cara ke sana Taksi: Bandara Internasional Minangkabau berjarak sekitar 25 km, dapat ditempuh dengan taksi atau angkutan umum; di dalam kota, taksi online bisa menurunkan Anda di Jl. Diponegoro No. 10
Alamat Jl. Diponegoro No. 10, Padang, West Sumatra, Indonesia
Situs resmi museumadityawarman.sumbarprov.go.id

Diperiksa 22 Oktober 2026 dengan situs resmi. Harga dan jam buka bisa berubah — pastikan sebelum berangkat.

Museum Adityawarman terkenal karena apa?

Gagasan museum budaya Sumatera Barat datang dari Amir Ali, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi, yang mengusulkan "Balai Budaya Minangkabau" kepada Gubernur Harun Al Rasyid Zain. Pembangunan dimulai pada tahun anggaran 1974/1975 di atas lahan sekitar 2,5 hektare di kompleks Lapangan Tugu, Jalan Diponegoro — dahulu Taman Melati, tempat Monumen Michiels peninggalan Belanda berdiri sebelum dihancurkan pada masa pendudukan Jepang. Museum ini diresmikan pada 16 Maret 1977 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Sjarif Thayeb.

Nama museum diambil dari Adityawarman, penguasa Malayapura di dataran tinggi Minangkabau pada abad ke-14. Nama ini sempat menuai polemik karena kedekatannya dengan raja-raja Jawa: Gubernur Harun Zain menolaknya pada 1975, penggantinya Azwar Anas membatalkan penolakan itu, dan Surat Keputusan Menteri tertanggal 9 Januari 1991 menetapkannya. Sejak otonomi daerah pada 2001 museum dikelola Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan sejak Desember 2016 menjadi UPTD di bawah Dinas Kebudayaan provinsi. Pada Maret 2026 Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan penataan kawasan museum sebagai ruang publik untuk kegiatan budaya dan edukasi.

Museum ini menempati rumah gadang, rumah adat Minangkabau, dengan dua rangkiang (lumbung padi) di halaman depan dan taman yang ditumbuhi sekitar 100 jenis tanaman. Koleksinya terbagi dalam sepuluh jenis, mulai dari geologika dan biologika hingga etnografika, arkeologika, numismatika, filologika, keramologika, dan seni rupa; pada 2006 jumlahnya 5.781 benda. Ruang utama menampilkan diorama adat Minangkabau dan sistem kekerabatan matrilinealnya, aktivitas perempuan Minang, serta pelaminan, sedangkan ruang lain menampilkan budaya Mentawai yang patrilineal. Koleksi paling terkenal adalah duplikat arca Bhairawa dan prasasti Amoghapasa dari Kerajaan Dharmasraya, yang aslinya tersimpan di Museum Nasional di Jakarta.

Museum buka Selasa–Minggu pukul 08.00–16.00 WIB dan tutup setiap Senin serta hari libur nasional. Tiket Rp5.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak dan pelajar. Fasilitasnya meliputi ruang audio visual untuk pemutaran film dokumenter, perpustakaan tentang budaya Minangkabau, taman, area parkir luas, dan toilet, dan museum ini kerap menggelar pameran, pertunjukan seni, lokakarya kerajinan, serta seminar budaya. Koleksi tekstilnya patut dicermati: carilah songket Pandai Sikek bersulam benang emas, seperti salendang yang dikenakan perempuan Minang dan sisamping dalam pakaian kebesaran penghulu.

Cocok untuk: Pencinta sejarah · Pencinta arsitektur · Keluarga

Koleksi apa yang wajib dilihat di Museum Adityawarman?

1

Rumah gadang dan rangkiang

Arsitektur Minangkabau · dibangun 1974–1977

📍 Gedung utama dan halaman depan

Museum ini menempati rumah gadang, rumah adat Minangkabau, dengan dua rangkiang (lumbung padi) di depannya.

2

Arca Bhairawa (duplikat)

Kerajaan Dharmasraya · replika; aslinya di Museum Nasional, Jakarta

Duplikat arca Bhairawa dari Kerajaan Melayu-Buddha Dharmasraya — salah satu koleksi paling terkenal museum.

3

Prasasti Amoghapasa (duplikat)

Kerajaan Dharmasraya · replika; aslinya di Museum Nasional, Jakarta

Duplikat prasasti Amoghapasa dari Kerajaan Dharmasraya; seperti arca Bhairawa, aslinya tersimpan di Museum Nasional di Jakarta.

4

Pelaminan adat Minangkabau

Peragaan upacara adat Minangkabau

Peragaan pelaminan pernikahan adat Minang yang lengkap, salah satu sudut paling diminati di museum, di tengah ruang tentang adat dan kekerabatan matrilineal.

5

Songket salendang dan sisamping

Tenun Pandai Sikek · songket benang emas

Kain katun merah bersulam benang emas dengan motif seperti pucuak rabuang: salendang yang dikenakan perempuan Minang dan sisamping dalam pakaian kebesaran penghulu.

Koleksi dan sorotan

  • • Diorama adat dan kekerabatan matrilineal Minangkabau
  • • Pelaminan adat
  • • Songket dan pakaian adat
  • • Budaya Mentawai
  • • Duplikat arca Bhairawa dan prasasti Amoghapasa
  • • Mata uang, naskah, dan keramik
  • • Koleksi geologi dan sejarah alam

Tips berkunjung ke Museum Adityawarman

  1. 1.

    Waktu terbaik berkunjung

    Datanglah pagi, mulai pukul 08.00 WIB, untuk menikmati rumah gadang dan tamannya sebelum siang terik. Museum tutup setiap Senin dan hari libur nasional.

  2. 2.

    Tiket & pemesanan

    Beli tiket di loket: Rp5.000 dewasa, Rp3.000 anak-anak dan pelajar. Tidak ada informasi pemesanan daring maupun tarif khusus wisatawan mancanegara.

  3. 3.

    Aksesibilitas

    Tidak ada informasi aksesibilitas yang dipublikasikan; hubungi museum sebelum berkunjung. Pintu masuk rumah gadang dicapai melalui deretan anak tangga.

  4. 4.

    Aturan foto

    Aturan fotografi tidak dipublikasikan secara daring; minta izin petugas sebelum memotret di dalam dan jauhkan lampu kilat dari tekstil dan pakaian adat.

Bagaimana cara ke Museum Adityawarman?

  • Taksi Bandara Internasional Minangkabau berjarak sekitar 25 km, dapat ditempuh dengan taksi atau angkutan umum; di dalam kota, taksi online bisa menurunkan Anda di Jl. Diponegoro No. 10
  • Mobil Area parkir luas di dalam kawasan museum, kompleks Lapangan Tugu, pusat Kota Padang

Alamat: Jl. Diponegoro No. 10, Padang, West Sumatra, Indonesia

Sumber yang kami periksa

Fakta pengunjung dan sejarah di halaman ini berasal dari sumber berikut, diperiksa pada tanggal yang tertera.

  1. UPTD Museum Adityawarman — national museum registry profile — Ministry of Culture of the Republic of Indonesia, 22 Oktober 2026
  2. Data Museum — registry listing (UPTD Museum Adityawarman, Jl. Diponegoro No. 10) — Ministry of Culture of the Republic of Indonesia, 22 Oktober 2026
  3. Adityawarman Museum — Ministry of Tourism of the Republic of Indonesia (Wonderful Indonesia), 22 Oktober 2026
  4. Museum Adityawarman (Bahasa Indonesia) — Ministry of Tourism of the Republic of Indonesia (Wonderful Indonesia), 22 Oktober 2026
  5. Museum Adityawarman, Wisata Sejarah dan Budaya Minang — Ministry of Tourism of the Republic of Indonesia (Wonderful Indonesia), 22 Oktober 2026
  6. Indonesia Fosters Museum Role as Cultural and Education Hub (16 March 2026) — RRI (Radio Republik Indonesia), 22 Oktober 2026
  7. Adityawarman Museum Preserves Minangkabau Cultural Heritage (30 September 2026) — RRI (Radio Republik Indonesia), 22 Oktober 2026
  8. Adityawarman Museum — Wikipedia, 22 Oktober 2026
  9. Museum Adityawarman — Wikipedia (Bahasa Indonesia), 22 Oktober 2026

Museum Adityawarman: pertanyaan yang sering diajukan

Berapa harga tiket masuk Museum Adityawarman?

Tiket masuk Rp5.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak dan pelajar, dibayar di museum. Data registrasi museum nasional maupun situs Kementerian Pariwisata tidak mencantumkan tarif khusus wisatawan mancanegara, jadi tanyakan di loket jika Anda datang dari luar negeri. Museum ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat.

Apakah Museum Adityawarman buka hari Senin?

Tidak. Museum buka Selasa–Minggu pukul 08.00–16.00 WIB dan tutup setiap Senin serta hari libur nasional. Museum ini kerap menggelar pameran, pertunjukan seni, lokakarya kerajinan, dan seminar budaya, dan pada Maret 2026 Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan penataan kawasannya sebagai ruang publik untuk kegiatan budaya dan edukasi, jadi cek agenda acara saat merencanakan kunjungan.

Di mana lokasi Museum Adityawarman dan bagaimana cara ke sana?

Museum berada di Jalan Diponegoro No. 10, pusat Kota Padang, di kompleks Lapangan Tugu yang dulunya Taman Melati. Bandara Internasional Minangkabau berjarak sekitar 25 km dan dapat ditempuh dengan taksi atau angkutan umum. Di dalam kota, taksi dan taksi online bisa menurunkan Anda di gerbang, dan museum memiliki area parkir yang luas.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berkeliling Museum Adityawarman?

Sediakan sekitar satu jam untuk melihat ruang adat Minangkabau, peragaan pelaminan, koleksi tekstil, dan ruang Mentawai, serta berkeliling rumah gadang, taman, dan dua rangkiang di halaman depan. Tambahkan setengah jam jika ada pameran temporer atau pemutaran film dokumenter di ruang audio visual.

Apa saja koleksi unggulan Museum Adityawarman?

Bangunannya sendiri, rumah gadang yang diapit dua rangkiang, adalah daya tarik pertama. Di dalam, carilah diorama adat Minangkabau dan kekerabatan matrilineal, pelaminan adat, songket benang emas seperti salendang dan sisamping, ruang Mentawai, serta duplikat arca Bhairawa dan prasasti Amoghapasa dari Kerajaan Dharmasraya.

Bolehkah memotret di dalam Museum Adityawarman?

Museum tidak memublikasikan aturan fotografi secara daring, jadi minta izin petugas saat tiba sebelum memotret di ruang pamer. Matikan lampu kilat di dekat songket dan pakaian adat yang peka cahaya, dan jangan menyentuh koleksi. Fasad rumah gadang, rangkiang, dan taman dapat difoto dari halaman.

Mengapa museum ini dinamai Adityawarman?

Adityawarman adalah penguasa Malayapura di dataran tinggi Minangkabau pada abad ke-14, sezaman dengan Majapahit. Nama ini sempat diperdebatkan di Sumatera Barat karena kedekatannya dengan penguasa Jawa: Gubernur Harun Zain menolaknya pada 1975, tetapi penggantinya, Azwar Anas, membatalkan keputusan itu, dan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1991 menetapkan nama tersebut.

Apakah Museum Adityawarman gratis?

Tidak. Tiket masuk Rp5.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak dan pelajar. Tarif lebih murah berlaku bagi anak-anak dan pelajar.

Jam berapa Museum Adityawarman buka?

Museum Adityawarman buka Selasa–Minggu: 08.00–16.00 WIB (Tutup setiap Senin dan hari libur nasional). Jam buka dapat berubah saat hari libur, jadi periksa situs resmi sebelum berkunjung.