World Museum Guide
Museum Etnografi ⏱ 1–1,5 jam Gratis

Museum Kalimantan Barat

Pontianak · Indonesia · 1983

Museum Kalimantan Barat, Pontianak

Photo: Wiwil13 · CC BY-SA 4.0

Jawaban singkat

Museum Kalimantan Barat adalah museum provinsi di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, yang dibuka pada 1983 di gedung memanjang yang terinspirasi rumah panjang Dayak. Buka Selasa–Jumat: 08.00–14.30 WIB; Sabtu–Minggu: 08.00–13.00 WIB; tutup setiap hari Senin. Tiket: Gratis untuk semua pengunjung menurut registrasi museum Kementerian Kebudayaan (beberapa daftar lama mencantumkan Rp2.000–3.000). Luangkan waktu 1–1,5 jam.

Informasi pengunjung terakhir ditinjau 22 Oktober 2026. Periksa situs resmi museum untuk informasi terbaru.

Museum Kalimantan Barat sekilas: jam buka, harga tiket, dan lama kunjungan

Jam buka Selasa–Jumat: 08.00–14.30 WIB; Sabtu–Minggu: 08.00–13.00 WIB (Tutup setiap Senin)
Tutup Senin
Harga tiket Gratis untuk semua pengunjung menurut registrasi museum Kementerian Kebudayaan (beberapa daftar lama mencantumkan Rp2.000–3.000)
Pemesanan Tiket biasanya tersedia di hari yang sama
Waktu kunjungan 1–1,5 jam
Waktu terbaik berkunjung Pagi hari pada Selasa–Jumat; museum tutup pukul 14.30 WIB pada hari kerja dan pukul 13.00 pada akhir pekan, serta tutup setiap Senin.
Cara ke sana Taksi: Dari Bandara Internasional Supadio sekitar 14,5 km (20–30 menit) lewat Jalan Arteri Supadio dan Jalan Ahmad Yani; pintu masuk ada di sebelah kiri setelah Ayani Mega Mall
Alamat Jl. Jenderal Ahmad Yani, Parit Tokaya, Pontianak Selatan, Pontianak, West Kalimantan 78113, Indonesia
Situs resmi museum.kalbarprov.go.id

Diperiksa 22 Oktober 2026 dengan situs resmi. Harga dan jam buka bisa berubah — pastikan sebelum berangkat.

Museum Kalimantan Barat terkenal karena apa?

Museum Kalimantan Barat dirintis sejak 1974 oleh Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat melalui Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Permuseuman Kalimantan Barat. Direktur Jenderal Kebudayaan meresmikannya pada 4 Oktober 1983, dan sejak itu museum dibuka untuk umum. Kelembagaannya diresmikan pada 2 April 1988, lalu sejak 9 Januari 1991 museum menjadi unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Kebudayaan. Setelah otonomi daerah, museum beralih ke pemerintah provinsi, mula-mula di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pada 2001 dan, sejak 6 Februari 2013, di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.

Gedung utamanya yang memanjang dirancang menyerupai rumah panjang Dayak, dan pamerannya memperkenalkan tiga kelompok masyarakat terbesar di Kalimantan Barat: Dayak, Melayu, dan Tionghoa. Kunjungan dimulai di Ruang Pengenalan yang memuat geografi dan geologi, flora dan fauna, arkeologi, sejarah, numismatik, dan heraldik. Berikutnya Ruang Budaya Kalimantan Barat yang disusun menurut tujuh unsur kebudayaan, dari religi dan upacara hingga mata pencaharian, teknologi, kesenian, dan bahasa, lalu Ruang Keramik yang menampilkan keramik Tiongkok, Vietnam, Jepang, dan Eropa bersama gerabah Singkawang. Tersedia pula ruang pameran temporer, perpustakaan, dan ruang audiovisual.

Koleksi arkeologinya meliputi kapak perimbas, serpih, mata panah, beliung, nekara, dan manik-manik, sedangkan koleksi sejarahnya antara lain pakaian Sultan Pontianak, pistol VOC, tanda jasa, dan stempel resmi. Naskah beraksara Arab Melayu dan Jawa memuat teks keagamaan dan hukum adat. Pakaian adat Dayak dan Melayu, sape dan gambus, topeng, kain songket, patung ukir Dayak, serta miniatur rumah adat melengkapi pameran di dalam gedung. Di halaman terdapat jangkar kapal dagang asing, miniatur rumah lanting, lumbung padi, perahu lancang kuning, tungku naga, dan rumah kopra, serta replika Batu Pahit.

Menurut sistem registrasi Kementerian Kebudayaan, museum ini gratis dan buka Selasa–Jumat pukul 08.00–14.30 WIB serta Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional pukul 08.00–13.00, sementara setiap Senin tutup. Hanya sekitar 800 koleksi yang dipajang di pameran tetap, dan temanya berganti setiap tahun — senjata tradisional pada 2023, topeng dan patung pada 2024. Program museum keliling membawa sebagian koleksi ke berbagai daerah, dan lomba untuk pelajar seperti Lomba Cerdas Cermat Museum 2026 menarik siswa, kelompok terbesar dari sekitar 6.000 pengunjung per bulan yang dilaporkan museum pada 2024.

Cocok untuk: Pencinta sejarah · Keluarga · Wisatawan hemat

Koleksi apa yang wajib dilihat di Museum Kalimantan Barat?

1

Pakaian Sultan Pontianak

Kesultanan Pontianak

📍 Ruang Pengenalan

Busana kerajaan yang dipamerkan di antara koleksi sejarah, bersama pistol VOC, tanda jasa, dan stempel resmi.

2

Temuan prasejarah dan masa perundagian

Prasejarah Kalimantan Barat

📍 Ruang Pengenalan

Kapak perimbas, serpih, mata panah, beliung, nekara, dan manik-manik dari masa prasejarah dan perundagian di Kalimantan Barat.

3

Keramik Singkawang

Singkawang, Kalimantan Barat

📍 Ruang Keramik

Gerabah lokal Singkawang yang dipajang berdampingan dengan keramik dagang dari Tiongkok, Vietnam, Jepang, dan Eropa.

4

Perahu lancang kuning dan rumah lanting

Tradisi sungai dan pesisir Melayu

📍 Koleksi halaman

Miniatur perahu lancang kuning dan rumah lanting (rumah terapung) di halaman museum, bersama lumbung padi, tungku naga, dan rumah kopra.

Koleksi dan sorotan

  • • Etnografi Dayak, Melayu, dan Tionghoa
  • • Alat prasejarah, nekara, dan manik-manik
  • • Naskah beraksara Arab Melayu dan Jawa
  • • Keramik Tiongkok, Vietnam, Jepang, Eropa, dan Singkawang
  • • Benda sejarah Kesultanan Pontianak dan masa VOC
  • • Mata uang, tanda jasa, dan stempel
  • • Miniatur perahu, rumah, dan tungku di halaman

Tips berkunjung ke Museum Kalimantan Barat

  1. 1.

    Waktu terbaik berkunjung

    Pagi hari pada Selasa–Jumat; museum tutup pukul 14.30 WIB pada hari kerja dan pukul 13.00 pada akhir pekan, serta tutup setiap Senin. Sumber lain mencantumkan jam tutup hari kerja yang sedikit berbeda, jadi datanglah lebih awal.

  2. 2.

    Tiket & pemesanan

    Gratis menurut sistem registrasi Kementerian Kebudayaan; beberapa sumber lama menyebut Rp2.000–3.000, jadi siapkan sedikit uang kecil. Rombongan dapat menghubungi museum lewat tautan WhatsApp di situs resminya.

  3. 3.

    Aksesibilitas

    Tidak ada informasi aksesibilitas yang diumumkan; hubungi museum sebelum berkunjung.

  4. 4.

    Aturan foto

    Tidak ada aturan fotografi yang diumumkan. Minta izin petugas sebelum memotret di dalam dan matikan lampu kilat di dekat naskah dan kain.

Bagaimana cara ke Museum Kalimantan Barat?

  • Taksi Dari Bandara Internasional Supadio sekitar 14,5 km (20–30 menit) lewat Jalan Arteri Supadio dan Jalan Ahmad Yani; pintu masuk ada di sebelah kiri setelah Ayani Mega Mall
  • Mobil Dari Tugu Khatulistiwa sekitar 12,5 km (kira-kira 25 menit) ke arah selatan melewati Jembatan Kembar Landak dan Jembatan Kapuas 1 menuju Jalan Ahmad Yani

Alamat: Jl. Jenderal Ahmad Yani, Parit Tokaya, Pontianak Selatan, Pontianak, West Kalimantan 78113, Indonesia

Sumber yang kami periksa

Fakta pengunjung dan sejarah di halaman ini berasal dari sumber berikut, diperiksa pada tanggal yang tertera.

  1. UPT. Museum Provinsi Kalimantan Barat — Sistem Registrasi Nasional Museum — Ministry of Culture of the Republic of Indonesia, 22 Oktober 2026
  2. Sejarah Singkat — Museum Provinsi Kalbar — UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat, 22 Oktober 2026
  3. Museum Provinsi Kalbar — Website Resmi — UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat, 22 Oktober 2026
  4. Museum Negeri Kalimantan Barat — Wonderful Indonesia / Ministry of Tourism, 22 Oktober 2026
  5. Wisata Museum Kalimantan Barat: Koleksi Sejarah 3 Budaya, HTM, Rute (9 October 2025) — detikKalimantan, 22 Oktober 2026
  6. Museum Kalbar menghadirkan berbagai program untuk daya tarik pengunjung (29 November 2024) — ANTARA Kalbar, 22 Oktober 2026
  7. Museum Provinsi Kalimantan Barat — Wikipedia (Bahasa Indonesia), 22 Oktober 2026

Museum Kalimantan Barat: pertanyaan yang sering diajukan

Berapa harga tiket masuk Museum Kalimantan Barat?

Sistem registrasi museum nasional Kementerian Kebudayaan mencantumkan tiket masuk gratis (Rp0) pada setiap hari buka. Beberapa daftar wisata lama menyebut tarif Rp3.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak, jadi siapkan sedikit uang kecil untuk berjaga-jaga. Pengunjung perorangan tidak perlu memesan; rombongan dapat menghubungi museum lewat tautan WhatsApp di situs resminya.

Di mana lokasi Museum Kalimantan Barat dan bagaimana cara ke sana?

Museum berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Parit Tokaya, Pontianak Selatan, di selatan Sungai Kapuas. Dari Bandara Internasional Supadio jaraknya sekitar 14,5 km atau 20–30 menit dengan mobil lewat Jalan Arteri Supadio; pintu masuk ada di sebelah kiri setelah Ayani Mega Mall. Dari Tugu Khatulistiwa sekitar 12,5 km melewati jembatan-jembatan Kapuas, kira-kira 25 menit.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berkeliling Museum Kalimantan Barat?

Sediakan 1–1,5 jam: sekitar satu jam untuk Ruang Pengenalan, Ruang Budaya Kalimantan Barat, dan Ruang Keramik, ditambah waktu untuk koleksi halaman berupa perahu, miniatur rumah, dan tungku naga. Karena museum tutup pukul 14.30 WIB pada hari kerja dan pukul 13.00 pada akhir pekan, mulailah pada pagi hari.

Apa saja koleksi unggulan Museum Kalimantan Barat?

Carilah pakaian Sultan Pontianak dan pistol VOC di antara koleksi sejarah, alat prasejarah, manik-manik, dan nekara, naskah beraksara Arab Melayu dan Jawa, pakaian adat Dayak dan Melayu serta alat musik seperti sape dan gambus, keramik Singkawang di samping keramik Tiongkok, Vietnam, Jepang, dan Eropa, serta miniatur rumah lanting dan perahu lancang kuning di halaman.

Bolehkah memotret di dalam Museum Kalimantan Barat?

Museum tidak mengumumkan aturan fotografi. Minta izin petugas sebelum memotret di dalam, matikan lampu kilat di dekat naskah, kain, dan foto lama, serta bersikap hormat di dekat benda ritual seperti topeng dan sesajian. Koleksi di halaman dan taman di sekitar gedung bisa dijelajahi dengan santai.

Mengapa Museum Kalimantan Barat menampilkan tiga budaya?

Museum ini memperkenalkan Kalimantan Barat lewat tiga kelompok masyarakat terbesarnya — Dayak, Melayu, dan Tionghoa — dan gedungnya dirancang menyerupai rumah panjang Dayak. Ruang budayanya membahas religi dan upacara, mata pencaharian, organisasi sosial, teknologi, pengetahuan, kesenian, dan bahasa, sedangkan Ruang Keramik memajang gerabah Singkawang, salah satu pusat komunitas Tionghoa di Kalimantan Barat.

Apakah Museum Kalimantan Barat gratis?

Ya, menurut sistem registrasi museum nasional Kementerian Kebudayaan tiket masuknya gratis untuk semua pengunjung. Beberapa daftar wisata lama pernah mencantumkan tarif Rp2.000–3.000, jadi tidak ada salahnya membawa sedikit uang kecil.

Jam berapa Museum Kalimantan Barat buka?

Museum Kalimantan Barat buka Selasa–Jumat: 08.00–14.30 WIB; Sabtu–Minggu: 08.00–13.00 WIB (Tutup setiap Senin). Jam buka dapat berubah saat hari libur, jadi periksa situs resmi sebelum berkunjung.

Apakah Museum Kalimantan Barat buka hari Senin?

Tidak — Museum Kalimantan Barat tutup setiap hari Senin. Rencanakan kunjungan ke museum lain pada hari tersebut dan periksa situs resmi untuk perubahan jam saat hari libur.