Museum Lampung Ruwa Jurai
Bandar Lampung · Indonesia · 1988
Jawaban singkat
Museum Negeri Provinsi Lampung "Ruwa Jurai" di Bandar Lampung adalah museum pertama dan terbesar di provinsi ini, diresmikan pada 1988. Buka Selasa–Kamis: 08.00–14.00 WIB; Jumat: 08.00–10.30 WIB; Sabtu–Minggu: 08.00–14.00 WIB; tutup setiap hari Senin. Tiket: Rp5.000 untuk umum. Luangkan waktu 1 jam.
Informasi pengunjung terakhir ditinjau 22 Oktober 2026. Periksa situs resmi museum untuk informasi terbaru.
Museum Lampung Ruwa Jurai sekilas: jam buka, harga tiket, dan lama kunjungan
| Jam buka | Selasa–Kamis: 08.00–14.00 WIB; Jumat: 08.00–10.30 WIB; Sabtu–Minggu: 08.00–14.00 WIB (Tutup setiap Senin dan hari libur nasional) |
|---|---|
| Tutup | Senin |
| Harga tiket | Rp5.000 untuk umum |
| Pemesanan | Tiket biasanya tersedia di hari yang sama |
| Waktu kunjungan | 1 jam |
| Waktu terbaik berkunjung | Datanglah pagi mulai pukul 08.00 WIB, Selasa–Minggu; pada hari Jumat museum tutup pukul 10.30, dan museum tutup setiap Senin serta hari libur nasional. |
| Cara ke sana | Taksi: Taksi atau taksi online ke Jl. H. Zainal Arifin Pagar Alam No. 64, Bandar Lampung (sebut "Museum Lampung") |
| Alamat | Jl. H. Zainal Arifin Pagar Alam No. 64, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia |
| Situs resmi | museum.kemenbud.go.id |
Diperiksa 22 Oktober 2026 dengan situs resmi. Harga dan jam buka bisa berubah — pastikan sebelum berangkat.
Museum Lampung Ruwa Jurai terkenal karena apa?
Museum provinsi Lampung mulai dirintis sejak tahun anggaran 1975/1976, dan batu pertamanya diletakkan pada 1978. Museum ini diresmikan pada 24 September 1988 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan, bersamaan dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang dipusatkan di Bandar Lampung. Namanya, Ruwa Jurai atau "dua keturunan", diambil dari semboyan provinsi Sang Bumi Ruwa Jurai, yang mencerminkan dua masyarakat adat utama Lampung, yaitu Saibatin dan Pepadun. Kepemilikan dan pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Lampung, dan kini museum ini menjadi UPTD di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
Inilah museum pertama dan terbesar di Lampung, terdaftar sebagai museum umum tipe A dalam registrasi museum nasional. Koleksinya, lebih dari 4.500 benda menurut Kementerian Pariwisata dan sekitar 4.735 menurut Wikipedia bahasa Indonesia, mencakup geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknologika. Etnografika menjadi intinya: aksesori upacara, pakaian adat, dan benda ritual masyarakat Lampung, termasuk tapis, kain tradisional khas provinsi ini.
Pameran dimulai sejak halaman. Meriam kuno peninggalan masa penjajahan menjadi ikon museum, berdampingan dengan replika rumah tradisional Lampung berbentuk panggung — menurut tradisi untuk melindungi pemiliknya dari harimau dan gajah — serta bola besi raksasa yang dipakai membuka lahan transmigrasi pada 1953–1956. Ditarik dua traktor untuk merobohkan pohon dan semak, bola besi ini membuka kawasan seperti Raman Utara dan Purbolinggo di Lampung Timur serta Seputih Banyak dan Seputih Raman di Lampung Tengah. Di dalam gedung, upacara Saibatin dan Pepadun ditampilkan berurutan, mulai dari lapahan dan bedu'a, kelahiran, cukuran, asah gigi menjelang dewasa, pernikahan, hingga ritual kematian.
Jam buka museum ini singkat dan terpusat di pagi hari. Menurut data registrasi museum nasional, museum buka Selasa–Kamis serta Sabtu–Minggu pukul 08.00–14.00 WIB, dan Jumat hanya pukul 08.00–10.30 WIB, serta tutup setiap Senin dan hari libur nasional; tiket masuk Rp5.000. Museum ini berada di Jalan H. Zainal Arifin Pagar Alam No. 64, Bandar Lampung. Karena informasi kunjungan yang dipublikasikan secara daring masih minim, pastikan jam bukanya sebelum datang pada hari Jumat atau hari libur, dan sediakan sekitar satu jam untuk halaman dan ruang pamer.
Cocok untuk: Pencinta sejarah · Wisatawan hemat · Keluarga
Koleksi apa yang wajib dilihat di Museum Lampung Ruwa Jurai?
Meriam kuno masa penjajahan
Masa kolonial
📍 Halaman museum
Meriam tua peninggalan masa penjajahan yang menyambut pengunjung di halaman dan menjadi salah satu ikon museum.
Replika rumah tradisional Lampung
Arsitektur tradisional Lampung
📍 Halaman museum
Replika rumah panggung tradisional Lampung — menurut tradisi dibangun tinggi untuk melindungi pemiliknya dari harimau dan gajah.
Bola besi pembuka lahan transmigrasi
Program transmigrasi · digunakan 1953–1956
📍 Halaman museum
Bola besi raksasa yang ditarik dua traktor untuk merobohkan pohon dan semak demi membuka lahan transmigrasi di Lampung Timur dan Lampung Tengah.
Upacara adat Saibatin dan Pepadun
Tradisi adat Lampung
Tampilan yang mengikuti rangkaian upacara kedua masyarakat adat — lapahan, bedu'a, kelahiran, cukuran, asah gigi, pernikahan, dan kematian — beserta perlengkapannya.
Kain tapis
Tradisi tekstil Lampung
Contoh kain tapis, kain tradisional khas Lampung, yang dipamerkan bersama pakaian dan aksesori upacara kedua masyarakat adat.
Koleksi dan sorotan
- • Kain tapis dan pakaian adat
- • Benda upacara adat Saibatin dan Pepadun
- • Peragaan upacara daur hidup
- • Meriam kuno dan sejarah transmigrasi
- • Replika rumah tradisional Lampung
- • Arkeologika, mata uang, dan keramik
- • Geologika dan sejarah alam
Tips berkunjung ke Museum Lampung Ruwa Jurai
- 1.
Waktu terbaik berkunjung
Datanglah pagi mulai pukul 08.00 WIB, Selasa–Minggu; pada hari Jumat museum tutup pukul 10.30, dan museum tutup setiap Senin serta hari libur nasional.
- 2.
Tiket & pemesanan
Bayar Rp5.000 di pintu masuk. Tidak ada informasi pemesanan daring maupun tarif khusus; rombongan sebaiknya menghubungi museum sebelum berkunjung.
- 3.
Aksesibilitas
Tidak ada informasi aksesibilitas yang dipublikasikan; hubungi museum sebelum berkunjung.
- 4.
Aturan foto
Aturan fotografi tidak dipublikasikan secara daring; minta izin petugas sebelum memotret di dalam ruangan dan hindari lampu kilat di dekat kain.
Bagaimana cara ke Museum Lampung Ruwa Jurai?
- Taksi Taksi atau taksi online ke Jl. H. Zainal Arifin Pagar Alam No. 64, Bandar Lampung (sebut "Museum Lampung")
- Mobil Sekitar 30 menit perjalanan darat dari pusat Kota Bandar Lampung
Alamat: Jl. H. Zainal Arifin Pagar Alam No. 64, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Sumber yang kami periksa
Fakta pengunjung dan sejarah di halaman ini berasal dari sumber berikut, diperiksa pada tanggal yang tertera.
- UPTD Museum Negeri Provinsi Lampung Ruwa Jurai — national museum registry profile — Ministry of Culture of the Republic of Indonesia, 22 Oktober 2026
- Data Museum — registry listing (address and map point) — Ministry of Culture of the Republic of Indonesia, 22 Oktober 2026
- Lampung State Museum 'Ruwa Jurai' – National Museum — Ministry of Tourism of the Republic of Indonesia (Wonderful Indonesia), 22 Oktober 2026
- Museum Lampung — Wikipedia (Bahasa Indonesia), 22 Oktober 2026
Museum Lampung Ruwa Jurai: pertanyaan yang sering diajukan
Berapa harga tiket masuk Museum Lampung Ruwa Jurai?
Data registrasi museum nasional mencantumkan tiket masuk Rp5.000 pada setiap hari buka. Tidak ada tarif terpisah untuk anak-anak, pelajar, atau wisatawan mancanegara yang dipublikasikan, jadi tanyakan di loket saat tiba. Museum ini dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung sebagai salah satu UPTD-nya.
Jam berapa Museum Lampung Ruwa Jurai buka?
Menurut data registrasi museum nasional, museum buka Selasa–Kamis serta Sabtu–Minggu pukul 08.00–14.00 WIB, dan Jumat hanya pukul 08.00–10.30 WIB. Museum tutup setiap Senin dan hari libur nasional. Karena jam bukanya singkat, rencanakan kunjungan pagi — terutama pada hari Jumat — dan pastikan jadwalnya sebelum berangkat, sebab informasi daring masih minim.
Di mana lokasi Museum Lampung Ruwa Jurai dan bagaimana cara ke sana?
Museum berada di Jalan H. Zainal Arifin Pagar Alam No. 64, Bandar Lampung, ibu kota Provinsi Lampung, sekitar 30 menit perjalanan dari pusat kota. Taksi dan taksi online bisa menurunkan Anda di pintu masuk; sebut "Museum Lampung" atau berikan alamat lengkapnya.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berkeliling Museum Lampung Ruwa Jurai?
Sediakan sekitar satu jam: kira-kira 15 menit untuk koleksi di halaman — meriam kuno, replika rumah tradisional, dan bola besi pembuka lahan — dan 45 menit untuk ruang pamer yang menelusuri upacara Saibatin dan Pepadun dari kelahiran hingga kematian, lengkap dengan kain tapis dan pakaian upacara. Pada hari Jumat, saat museum tutup pukul 10.30, datanglah tepat saat buka.
Apa saja koleksi unggulan Museum Lampung Ruwa Jurai?
Di halaman, carilah meriam kuno masa penjajahan yang menjadi ikon museum, replika rumah panggung tradisional Lampung, dan bola besi raksasa yang dulu ditarik dua traktor untuk membuka lahan transmigrasi. Di dalam, ruang pamer menampilkan rangkaian upacara Saibatin dan Pepadun — kelahiran, cukuran, asah gigi, pernikahan, dan kematian — beserta kain tapis dan benda ritualnya.
Bolehkah memotret di dalam Museum Lampung Ruwa Jurai?
Aturan fotografi tidak dipublikasikan secara daring, jadi minta izin petugas di pintu masuk sebelum memotret ruang pamer. Meriam, replika rumah tradisional, dan bola besi di halaman bisa difoto dari luar. Di dalam ruangan, matikan lampu kilat di dekat kain tapis dan tekstil lain yang peka cahaya, dan jangan menyentuh koleksi.
Apa arti "Ruwa Jurai"?
Ruwa berarti "dua" dan jurai berarti "keturunan" atau "garis keturunan", sehingga Ruwa Jurai — diambil dari semboyan provinsi Sang Bumi Ruwa Jurai — merujuk pada dua masyarakat adat utama Lampung: Saibatin, di pegunungan dan pesisir, serta Pepadun. Ruang pamer museum membandingkan upacara, pakaian, dan benda ritual kedua kelompok ini.
Apakah Museum Lampung Ruwa Jurai gratis?
Tidak. Data registrasi museum nasional mencantumkan tiket masuk Rp5.000. Tidak ada tarif gratis atau potongan harga yang dipublikasikan.
Apakah Museum Lampung Ruwa Jurai buka hari Senin?
Tidak — Museum Lampung Ruwa Jurai tutup setiap hari Senin. Rencanakan kunjungan ke museum lain pada hari tersebut dan periksa situs resmi untuk perubahan jam saat hari libur.