World Museum Guide
Museum Seni ⏱ 1,5 jam

Museum Puri Lukisan

Ubud · Indonesia · 1956

Museum Puri Lukisan, Ubud

Photo: Jorge Láscar from Melbourne, Australia · CC BY 2.0

Jawaban singkat

Museum Puri Lukisan di jalan utama Ubud dibuka pada 1956 dan merupakan museum seni tertua di Bali, didirikan oleh keluarga Puri Ubud bersama pelukis Belanda Rudolf Bonnet agar lukisan dan ukiran kayu Bali terbaik tetap berada di pulau ini. Buka setiap hari: 09.00–18.00 WITA. Tiket: Rp95.000 per orang dewasa; anak di bawah 15 tahun gratis jika didampingi orang dewasa. Luangkan waktu 1,5 jam.

Informasi pengunjung terakhir ditinjau 1 September 2026. Periksa situs resmi museum untuk informasi terbaru.

Museum Puri Lukisan sekilas: jam buka, harga tiket, dan lama kunjungan

Jam buka Setiap hari: 09.00–18.00 WITA
Harga tiket Rp95.000 per orang dewasa; anak di bawah 15 tahun gratis jika didampingi orang dewasa
Gratis atau diskon Anak di bawah 15 tahun yang didampingi orang dewasa: gratis (tidak berlaku untuk kunjungan rombongan)
Pemesanan Tiket biasanya tersedia di hari yang sama
Waktu kunjungan 1,5 jam
Waktu terbaik berkunjung Datanglah saat museum buka pukul 09.00 WITA atau setelah pukul 15.00; menjelang siang hingga pertengahan sore adalah waktu paling ramai, dan jalan utama di depan museum paling macet sekitar tengah hari.
Cara ke sana Jalan kaki: Sekitar 300 m di sebelah barat Puri Ubud menyusuri Jalan Raya Ubud — masuk melalui candi bentar yang menjulang di sisi utara jalan
Alamat Jalan Raya Ubud, Ubud, Gianyar, Bali 80571, Indonesia
Situs resmi purilukisanmuseum.com

Diperiksa 1 September 2026 dengan situs resmi. Harga dan jam buka bisa berubah — pastikan sebelum berangkat.

Museum Puri Lukisan terkenal karena apa?

Museum Puri Lukisan — namanya berarti ‘istana lukisan’ — berawal dari perkumpulan seniman Pitamaha yang didirikan pada 1936 oleh kakak-beradik bangsawan Puri Ubud, Tjokorda Gde Agung Sukawati dan Tjokorda Gde Raka Sukawati, bersama pelukis Rudolf Bonnet dan Walter Spies. Karena karya seni Bali yang bermutu tinggi semakin banyak dibawa keluar pulau oleh para kolektor, Yayasan Ratna Wartha dibentuk pada 1953 untuk membangun museum yang dapat menjaga karya seni terbaik tetap di Bali. Batu pertama diletakkan pada 1954, dan museum dibuka pada 31 Januari 1956, dengan Tjokorda Gde Agung Sukawati sebagai direktur dan Bonnet sebagai kurator.

Museum ini berdiri di tengah taman yang tertata, cukup berjalan kaki sebentar ke arah barat dari Puri Ubud, dengan pintu masuk berupa candi bentar menjulang di sisi utara Jalan Raya Ubud. Bangunannya mengikuti bentuk arsitektur Bali: Bonnet menyusun rancangan museum, sementara seniman sekaligus arsitek I Gusti Nyoman Lempad, yang merancang puri dan pura di sekitar Ubud, juga merancang sebagian kompleks dan melukis mural di pintu masuk Gedung Utara. Empat bangunan galeri ditata mengelilingi taman, dan di area museum juga terdapat restoran, ruang lokakarya, dan toko.

Koleksinya mencakup lukisan dan ukiran kayu Bali sejak 1930-an, mewakili aliran Sanur, Batuan, Ubud, Young Artists, dan Keliki. Galeri Pitamaha di Gedung Utara menyimpan lukisan tradisional modern dari periode 1930–1945 dan koleksi Lempad; Galeri Ida Bagus Made di Gedung Barat memamerkan karya dari warisan sang pelukis; Galeri Wayang di Gedung Timur menyajikan lukisan bergaya wayang; dan Galeri Pendiri di Gedung Selatan mengisahkan sejarah museum sekaligus menjadi tempat pameran temporer. Koleksi patungnya antara lain ukiran Ida Bagus Nyana yang ramping memanjang dan bernuansa mimpi.

Puri Lukisan pernah menggelar pameran ilmiah, termasuk Pioneers of Balinese Painting pada 2008 dengan pinjaman karya dari Leiden, serta pameran besar karya Lempad pada 2014 yang menghimpun koleksi dari berbagai penjuru dunia. Bagi pengunjung, inilah museum seni paling sentral di Ubud, sekitar 300 meter di sebelah barat Puri Ubud dan perempatan Pasar Ubud, sehingga mudah diselipkan di antara tempat wisata lainnya. Situs web resmi mencantumkan harga tiket masuk Rp95.000 per orang dewasa, anak di bawah 15 tahun gratis jika didampingi, dan jam buka pukul 09.00–18.00 WITA setiap hari.

Cocok untuk: Pencinta seni · Pengunjung pertama kali · Penikmat budaya

Berapa lama waktu yang dibutuhkan di Museum Puri Lukisan?

Luangkan waktu 1,5 jam. Rute searah jarum jam melewati empat bangunan galeri, dimulai dari para maestro Pitamaha.

  1. 1

    Galeri Pitamaha dan koleksi Lempad

    📍 Gedung Utara

    Mulailah dengan karya pra-perang periode 1930–1945 dan gambar-gambar Lempad, termasuk Mimpi Dharmawangsa; perhatikan juga muralnya di pintu masuk.

  2. 2

    Galeri Ida Bagus Made

    📍 Gedung Barat

    Lukisan dari warisan Ida Bagus Made, pelukis Ubud yang taat beragama, yang jandanya meminjamkan sekitar 100 karya kepada museum.

  3. 3

    Galeri Wayang

    📍 Gedung Timur

    Lukisan bergaya wayang memperlihatkan tradisi naratif klasik yang mendasari seni rupa modern Bali.

  4. 4

    Galeri Pendiri

    📍 Gedung Selatan

    Pelajari bagaimana keluarga Puri Ubud dan Rudolf Bonnet mendirikan museum ini, dan lihat pameran temporer yang sedang berlangsung.

  5. 5

    Taman

    📍 Area museum

    Akhiri dengan berjalan santai menyusuri taman di antara paviliun sebelum kembali ke Jalan Raya Ubud.

Koleksi apa yang wajib dilihat di Museum Puri Lukisan?

1

Mimpi Dharmawangsa

I Gusti Nyoman Lempad

📍 Galeri Pitamaha (Gedung Utara)

Salah satu mahakarya museum, digarap dengan gaya garis Lempad yang khas — maestro Ubud yang berusia lebih dari seratus tahun ini juga merancang sebagian bangunan museum.

2

Pasar Bali

Anak Agung Gde Sobrat

Dipamerkan saat pembukaan museum pada 1956, adegan pasar yang ramai ini memperlihatkan pengaruh Rudolf Bonnet pada komposisi figur Sobrat; warnanya telah memudar dimakan usia.

3

Kelahiran Hanoman

I Gusti Made Deblog · 1936

Gambar hutan lebat tempat para bidadari dan penghuni hutan membawa persembahan bagi sang pahlawan kera yang baru lahir; karya ini dihadiahkan kepada museum oleh ketua Ford Foundation.

4

Pendeta Dharmaswami

Ida Bagus Gelgel · 1935

Dilukis dengan pewarna alami di atas kertas, karya ini menggambarkan kera, ular, dan harimau yang berterima kasih membawa hadiah bagi sang pendeta yang menyelamatkan mereka dari sumur; Gelgel meraih medali perak di Paris pada 1937.

5

Dewi Pertiwi (Ibu Bumi)

Ida Bagus Nyana · ukiran kayu

Ukiran kayu surealis Nyana tentang dewi bumi, dengan kaki-kaki kurus laksana laba-laba dan ular yang melingkar, memperlihatkan bentuk-bentuk luwes dan memanjang yang menjadikannya salah satu pematung modern terbesar Bali.

Tips berkunjung ke Museum Puri Lukisan

  1. 1.

    Waktu terbaik berkunjung

    Datanglah saat museum buka pukul 09.00 WITA atau setelah pukul 15.00; menjelang siang hingga pertengahan sore adalah waktu paling ramai, dan jalan utama di depan museum paling macet sekitar tengah hari.

  2. 2.

    Tiket & pemesanan

    Beli di pintu masuk — Rp95.000 per orang dewasa (tarif resmi), anak di bawah 15 tahun gratis jika didampingi orang dewasa. Rombongan dapat mengatur kunjungan dan potongan harga melalui formulir pertanyaan di purilukisanmuseum.com.

  3. 3.

    Aksesibilitas

    Keempat galeri berupa bangunan terpisah yang mengelilingi taman dan dihubungkan jalan setapak terbuka dengan beberapa anak tangga; hubungi museum sebelumnya mengenai akses kursi roda.

  4. 4.

    Aturan foto

    Situs web resmi tidak mencantumkan kebijakan fotografi; tanyakan di loket tiket dan matikan lampu kilat di dekat karya di atas kertas dari masa pra-perang yang rapuh.

Bagaimana cara ke Museum Puri Lukisan?

  • Jalan kaki Sekitar 300 m di sebelah barat Puri Ubud menyusuri Jalan Raya Ubud — masuk melalui candi bentar yang menjulang di sisi utara jalan
  • Taksi Taksi atau taksi online ke Jalan Raya Ubud; dari Bandara Internasional Ngurah Rai, perkirakan 1–1,5 jam
  • Mobil Area parkir museum dapat dicapai melalui candi bentar di Jalan Raya Ubud

Alamat: Jalan Raya Ubud, Ubud, Gianyar, Bali 80571, Indonesia

Museum Puri Lukisan: pertanyaan yang sering diajukan

Berapa harga tiket masuk Museum Puri Lukisan?

Situs web resmi mencantumkan harga tiket masuk Rp95.000 per orang dewasa, dengan anak di bawah 15 tahun gratis jika didampingi orang dewasa; kebijakan gratis untuk anak ini tidak berlaku bagi rombongan. Beberapa situs pihak ketiga menyebutkan tiket masuk saja yang lebih murah atau paket dengan minuman atau makanan di kafe museum, jadi pastikan pilihan terbaru di loket tiket. Rombongan sebaiknya mengatur kunjungan dan potongan harga melalui formulir pertanyaan museum.

Bagaimana jam buka museum?

Situs web resmi mencantumkan jam buka pukul 09.00–18.00 WITA setiap hari. Beberapa situs wisata menyebut jam tutup pukul 17.00, jadi tiba paling lambat pertengahan sore adalah pilihan yang aman. Seperti semua tempat wisata di Bali, museum tidak buka pada Hari Raya Nyepi, yang biasanya jatuh pada bulan Maret.

Di mana lokasi Museum Puri Lukisan?

Museum ini berada di Jalan Raya Ubud, jalan utama Ubud, sekitar 300 meter di sebelah barat Puri Ubud dan pasar di persimpangan Jalan Monkey Forest. Carilah candi bentar yang menjulang dan papan nama kayu di sisi utara jalan, yang juga menandai pintu masuk ke area parkir museum. Dari mana pun di pusat Ubud, museum ini mudah dicapai dengan berjalan kaki.

Apa itu gerakan Pitamaha?

Pitamaha adalah perkumpulan seniman yang didirikan di Ubud pada 1936 oleh Tjokorda Gde Agung Sukawati, saudaranya Tjokorda Gde Raka Sukawati, serta pelukis Walter Spies dan Rudolf Bonnet. Perkumpulan ini mendorong para pelukis dan pemahat Bali untuk mengembangkan tema dan teknik baru sambil tetap mempertahankan jati diri mereka. Karya-karya pra-perang dari periode 1930–1945 menjadi inti Galeri Pitamaha di museum ini.

Apa saja koleksi unggulannya?

Carilah gambar Mimpi Dharmawangsa karya I Gusti Nyoman Lempad, Pasar Bali karya Anak Agung Gde Sobrat (dipamerkan saat pembukaan museum pada 1956), Kelahiran Hanoman karya I Gusti Made Deblog, Pendeta Dharmaswami karya Ida Bagus Gelgel, dan ukiran kayu surealis Dewi Pertiwi karya Ida Bagus Nyana. Galeri Ida Bagus Made dan Galeri Wayang melengkapi kisahnya.

Berapa lama sebaiknya berkunjung ke Puri Lukisan?

Sediakan 1,5 jam untuk melihat sorotan Museum Puri Lukisan. Rute 5 perhentian kami — Galeri Pitamaha dan koleksi Lempad, Galeri Ida Bagus Made, Galeri Wayang, dan lainnya — dirancang pas untuk durasi tersebut. Tambahkan waktu untuk pameran temporer, toko suvenir, dan kafe.

Bisakah Puri Lukisan digabung dengan museum lain di Ubud?

Bisa. Puri Lukisan, Museum Seni Neka, dan ARMA bersama-sama memberikan gambaran lengkap tentang seni lukis Bali. Puri Lukisan berada di pusat, Neka di barat laut di Sanggingan, dan ARMA di selatan di Pengosekan, jadi rencana yang baik adalah Puri Lukisan pada pagi hari, Neka setelah makan siang (masuk terakhir pukul 16.30 WITA), dan ARMA di hari lain sambil menonton pertunjukan tarinya pukul 19.00 WITA.

Apakah Museum Puri Lukisan gratis?

Tidak untuk semua pengunjung. Harga tiket masuk standar: Rp95.000 per orang dewasa; anak di bawah 15 tahun gratis jika didampingi orang dewasa. Tiket gratis atau potongan harga: Anak di bawah 15 tahun yang didampingi orang dewasa: gratis (tidak berlaku untuk kunjungan rombongan).

Apakah Museum Puri Lukisan buka hari Senin?

Ya — Museum Puri Lukisan buka setiap hari, termasuk Senin dan Minggu: Setiap hari: 09.00–18.00 WITA. Periksa situs resmi untuk jam buka saat hari libur.