Gambaran umum
Ubud, di perbukitan Kabupaten Gianyar, adalah ibu kota seni Bali, dan tiga museum utamanya bersama-sama mengisahkan perjalanan seni lukis Bali dari karya klasik Kamasan hingga masa kini. Museum Puri Lukisan berada di jalan utama, Museum Seni Neka menghadap lembah sungai di Sanggingan, dan ARMA di Pengosekan memadukan galerinya dengan pertunjukan tari setiap malam.
Contoh rencana perjalanan
Hari 1: Museum Puri Lukisan di Jalan Raya Ubud (pagi) → Puri Ubud dan Pasar Ubud → Museum Seni Neka di Sanggingan setelah makan siang (masuk terakhir pukul 16.30 WITA). Hari 2: ARMA di Pengosekan mulai menjelang siang — Bale Daja, Bale Dauh, dan tamannya, mungkin sambil mengikuti lokakarya melukis atau membuat sesajen → tetap tinggal untuk menyaksikan pertunjukan tari pukul 19.00 WITA di panggung terbuka ARMA.
Waktu terbaik berkunjung
Musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, adalah waktu paling nyaman, meski Juli dan Agustus merupakan bulan tersibuk; kunjungi galeri pada pagi hari sebelum rombongan tur datang dan siang mulai terik. Cek tanggal Hari Raya Nyepi (biasanya pada bulan Maret), saat seluruh Bali, termasuk museum, berhenti beraktivitas selama 24 jam.