World Museum Guide
Museum Arkeologi ⏱ 2–3 jam

Museum Nasional Indonesia

Jakarta · Indonesia · 1778

Museum Nasional Indonesia, Jakarta

Photo: Chainwit. · CC BY 4.0

Jawaban singkat

Museum nasional Indonesia ini didirikan pada 1778 oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Perhimpunan Batavia untuk Seni dan Ilmu Pengetahuan) dan dijuluki Museum Gajah karena patung gajah perunggu di halaman depannya. Buka Selasa–Kamis: 08.00–18.00 WIB; Jumat–Minggu: 08.00–20.00 WIB; tutup setiap hari Senin. Tiket: Rp50.000 untuk dewasa WNI; Rp150.000 untuk wisatawan mancanegara (Rp50.000 bagi pemegang KITAS). Luangkan waktu 2–3 jam.

Informasi pengunjung terakhir ditinjau 25 September 2026. Periksa situs resmi museum untuk informasi terbaru.

Museum Nasional Indonesia sekilas: jam buka, harga tiket, dan lama kunjungan

Jam buka Selasa–Kamis: 08.00–18.00 WIB; Jumat–Minggu: 08.00–20.00 WIB (Tutup setiap Senin dan hari libur nasional)
Tutup Senin
Harga tiket Rp50.000 untuk dewasa WNI; Rp150.000 untuk wisatawan mancanegara (Rp50.000 bagi pemegang KITAS)
Gratis atau diskon Gratis untuk anak usia 0–3 tahun · Gratis untuk lansia di atas 60 tahun dan penyandang disabilitas (beserta satu pendamping) · Gratis untuk pemegang KIP dan KIP Kuliah · ARAMSA: gratis untuk semua pengunjung setiap Rabu kedua tiap bulan, 16.00–20.00 WIB · Pelajar WNI (PAUD hingga SMA): Rp30.000
Pemesanan Tiket biasanya tersedia di hari yang sama
Waktu kunjungan 2–3 jam
Waktu terbaik berkunjung Datanglah Selasa–Kamis pukul 08.00 untuk menikmati galeri yang paling sepi, atau pada Jumat, Sabtu, atau Minggu malam (buka hingga pukul 20.00).
Cara ke sana Bus: TransJakarta Koridor 1 (Blok M–Kota) atau rute 1A, 1P, 2, 3, 5C, 7F, dan 14A ke Halte Monumen Nasional — sekitar 7 menit berjalan kaki
Alamat Jl. Medan Merdeka Barat No. 12, Gambir, Central Jakarta 10110, Indonesia
Situs resmi museumnasional.or.id

Diperiksa 25 September 2026 dengan situs resmi. Harga dan jam buka bisa berubah — pastikan sebelum berangkat.

Museum Nasional Indonesia terkenal karena apa?

Museum Nasional Indonesia berawal dari Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Perhimpunan Batavia untuk Seni dan Ilmu Pengetahuan) yang didirikan di Batavia pada 24 April 1778, sehingga menjadi salah satu museum tertua di Asia Tenggara. Gedungnya yang bertiang-tiang di sisi barat Lapangan Merdeka dibuka pada 1868. Julukan Museum Gajah berasal dari patung gajah perunggu hadiah Raja Chulalongkorn dari Siam pada 1871, yang hingga kini masih berdiri di halaman depan. Lembaga ini diserahkan kepada pemerintah Indonesia pada 1962 dan berganti nama menjadi Museum Nasional pada 1979.

Pada malam 16 September 2023, kebakaran menghanguskan beberapa ruangan di bagian belakang Gedung A yang bersejarah dan merusak koleksi di sejumlah galeri, antara lain prasejarah, perunggu, keramik, dan peradaban Islam. Museum dibuka kembali pada 15 Oktober 2024 dengan pameran benda cagar budaya hasil repatriasi serta tampilan tentang kebakaran dan dampaknya. Pembenahan terus berlanjut: pameran tetap Sejarah Awal dibuka pada Desember 2025 seiring kembalinya fosil Manusia Jawa dari Belanda, disusul ruang pamer lampu dan mata uang yang baru pada April 2026. Menurut pihak museum, enam ruangan yang terbakar masih menunggu renovasi menyeluruh.

Koleksinya yang berjumlah lebih dari 140.000 benda termasuk yang terkaya di Asia Tenggara. Keunggulannya terutama pada arca batu Hindu-Buddha dari Jawa dan Sumatra, artefak prasejarah, keramik Asia, mata uang, serta benda etnografi dari seluruh Nusantara. Koleksi terkenalnya antara lain arca Bhairawa raksasa yang dikaitkan dengan Adityawarman, raja Sumatra abad ke-14; arca Prajnaparamita dari Singhasari yang dikembalikan dari Belanda berdasarkan kesepakatan tahun 1977; dan harta Kerajaan Lombok. Lukisan dan naskah yang dahulu disimpan di sini dipindahkan ke Galeri Nasional dan Perpustakaan Nasional pada akhir abad ke-20.

Museum ini memiliki dua gedung utama: Gedung A (Gedung Gajah) yang bersejarah dan Gedung B (Gedung Arca), sayap modern yang dibuka pada 2007. Kini pengunjung masuk melalui Hall Majapahit dengan proyeksi video mapping-nya, dan zona gratis — taman depan, halaman dalam, masjid, kantin berpendingin udara, serta area basement — dapat dinikmati tanpa tiket. Harga tiket naik pada Januari 2026 menjadi Rp50.000 untuk dewasa WNI dan Rp150.000 untuk wisatawan mancanegara, sementara jam buka malam hingga pukul 20.00 pada Jumat sampai Minggu serta malam ARAMSA gratis setiap bulan memudahkan kunjungan sepulang kerja.

Cocok untuk: Pencinta sejarah · Pengunjung pertama kali · Penggemar arkeologi · Keluarga

Berapa lama waktu yang dibutuhkan di Museum Nasional Indonesia?

Luangkan waktu 2–3 jam. Dari patung gajah di halaman depan hingga Manusia Jawa serta ruang pamer lampu dan mata uang yang baru — inti dari Museum Nasional Indonesia.

  1. 1

    Patung Gajah Perunggu dan Hall Majapahit

    📍 Halaman depan dan aula masuk

    Lihat patung gajah tahun 1871 yang menjadi asal nama Museum Gajah, lalu masuk melalui Hall Majapahit dengan proyeksi video mapping-nya.

  2. 2

    Arca Hindu-Buddha

    📍 Galeri arca

    Cari arca Bhairawa yang menjulang, yang dikaitkan dengan Raja Adityawarman, serta arca-arca berpahatan halus dari kerajaan-kerajaan klasik di Jawa.

  3. 3

    Sejarah Awal

    📍 Ruang Kertarajasa, Gedung A

    Ikuti kisahnya dari lahirnya Nusantara oleh aktivitas gunung api hingga Manusia Jawa — fosil Homo erectus yang dikembalikan dari Belanda pada 2025.

  4. 4

    Pendar dan Numismatik

    📍 Gedung A, lantai 2

    Kunjungan berlangsung dalam sesi 30 menit untuk maksimal 30 orang; cari lampu blencong untuk wayang serta koin emas dan koin gobog kuno.

  5. 5

    ImersifA (opsional)

    📍 Ruang ImersifA

    Perjalanan menyusuri sejarah Indonesia lewat projection mapping; memerlukan tiket tambahan Rp35.000 dan tidak termasuk dalam program gratis ARAMSA.

Koleksi apa yang wajib dilihat di Museum Nasional Indonesia?

1

Fosil Manusia Jawa (Homo erectus)

Koleksi Dubois · digali di Trinil, Jawa Timur, 1891–1892

📍 Pameran Sejarah Awal, Ruang Kertarajasa, Gedung A

Fosil Homo erectus yang ditemukan Eugène Dubois di tepi Bengawan Solo dan dikembalikan dari Belanda pada akhir 2025 — daya tarik utama pameran tetap Sejarah Awal yang dibuka pada Desember 2025.

2

Patung Gajah Perunggu

Hadiah Raja Chulalongkorn dari Siam · 1871

📍 Halaman depan Gedung A

Gajah perunggu hadiah raja Siam pada 1871 inilah yang melahirkan nama populer museum, Museum Gajah. Patung ini berdiri di atas alas di depan fasad bertiang-tiang tahun 1868.

3

Arca Adityawarman sebagai Bhairawa

Padang Roco, Sumatra Barat · abad ke-14

Arca batu setinggi lebih dari empat meter yang umumnya diidentifikasi sebagai raja Sumatra Adityawarman dalam wujud Bhairawa yang garang, berdiri di atas jasad di atas alas berhias tengkorak — salah satu arca terbesar di museum ini.

4

Prajnaparamita dari Singhasari

Jawa Timur · abad ke-13

Arca batu dewi kebijaksanaan tertinggi dalam agama Buddha yang berwajah tenang, secara luas dianggap sebagai mahakarya seni arca Jawa. Arca ini kembali dari Belanda berdasarkan kesepakatan warisan budaya tahun 1977.

5

Pendar: lampu sejak abad ke-9

Lampu era Majapahit dan masa kolonial

📍 Gedung A, lantai 2

Ruang pamer yang dibuka pada April 2026 ini menelusuri sejarah cahaya dan penerangan, dari pelita minyak awal — termasuk blencong yang dipakai dalam pertunjukan wayang kulit — hingga lampu era Majapahit serta lampu gantung dan lentera masa kolonial.

Tips berkunjung ke Museum Nasional Indonesia

  1. 1.

    Aksesibilitas

    Gratis untuk penyandang disabilitas beserta satu pendamping. Gedung A dibangun pada 1868 — tanyakan kepada petugas tentang lift dan jalur tanpa tangga.

  2. 2.

    Waktu terbaik berkunjung

    Datanglah Selasa–Kamis pukul 08.00 untuk menikmati galeri yang paling sepi, atau pada Jumat, Sabtu, atau Minggu malam (buka hingga pukul 20.00). Hindari hari Senin dan hari libur nasional, saat museum tutup.

  3. 3.

    Tiket & pemesanan

    Pengunjung perorangan tidak perlu memesan terlebih dahulu. Tiket bisa dibeli di loket atau e-kiosk, atau secara online melalui tautan Traveloka di museumnasional.or.id. Ruang Pendar dan Numismatik menerima pengunjung dalam sesi 30 menit, maksimal 30 orang per sesi.

  4. 4.

    Aturan foto

    Memotret untuk keperluan pribadi lazim dilakukan di galeri; ikuti rambu di ruang pameran khusus dan mintalah izin sebelum merekam video untuk keperluan komersial.

Bagaimana cara ke Museum Nasional Indonesia?

  • Bus TransJakarta Koridor 1 (Blok M–Kota) atau rute 1A, 1P, 2, 3, 5C, 7F, dan 14A ke Halte Monumen Nasional — sekitar 7 menit berjalan kaki
  • MRT/KRL MRT Jakarta ke Stasiun Bundaran HI, lalu lanjut TransJakarta 1 atau 1P ke arah utara hingga Halte Monumen Nasional
  • Kereta KRL Commuter Line ke Stasiun Juanda, lalu TransJakarta rute 2 atau 14A ke Halte Monumen Nasional
  • Taksi Grab, Gojek, atau Bluebird ke Museum Nasional, Jl. Medan Merdeka Barat No. 12

Alamat: Jl. Medan Merdeka Barat No. 12, Gambir, Central Jakarta 10110, Indonesia

Museum Nasional Indonesia: pertanyaan yang sering diajukan

Berapa harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia?

Sejak 1 Januari 2026, harga tiket masuk adalah Rp50.000 untuk dewasa WNI, Rp30.000 untuk pelajar WNI (PAUD hingga SMA), dan Rp150.000 untuk wisatawan mancanegara; WNA pemegang KITAS membayar Rp50.000. Anak usia 0–3 tahun gratis. Ruang imersif ImersifA dikenai biaya tambahan Rp35.000 dan hanya bisa dimasuki dengan tiket museum. Tiket dijual di loket dan e-kiosk, atau secara online melalui tautan Traveloka di situs resmi.

Kapan jam buka Museum Nasional Indonesia?

Sejak 1 April 2026, museum buka Selasa–Kamis pukul 08.00–18.00 WIB dan Jumat–Minggu pukul 08.00–20.00 WIB. Museum tutup setiap Senin dan pada hari libur nasional. Setiap Rabu kedua tiap bulan, program ARAMSA membuka galeri secara gratis pukul 16.00–20.00 WIB.

Apakah museum sudah buka kembali setelah kebakaran 2023?

Sudah. Kebakaran pada malam 16 September 2023 menghanguskan ruangan-ruangan di bagian belakang Gedung A yang bersejarah, dan museum dibuka kembali pada 15 Oktober 2024. Sejak itu, sejumlah tampilan baru telah dibuka, termasuk pameran tetap Sejarah Awal dengan fosil Manusia Jawa pada Desember 2025 serta ruang pamer lampu dan mata uang pada April 2026. Menurut pihak museum, enam ruangan yang terbakar masih menunggu renovasi menyeluruh.

Siapa saja yang bisa masuk gratis?

Masuk gratis berlaku untuk anak usia 0–3 tahun, lansia di atas 60 tahun, penyandang disabilitas beserta satu pendamping, serta pelajar dan mahasiswa pemegang KIP atau KIP Kuliah; dokumen pendukung akan diperiksa. Semua pengunjung juga bisa masuk gratis saat ARAMSA, pukul 16.00–20.00 WIB setiap Rabu kedua tiap bulan, dengan memindai kode QR di loket tiket (bukan secara online atau di e-kiosk). ARAMSA tidak mencakup ImersifA maupun layanan tambahan lainnya.

Apa saja yang tidak boleh dilewatkan?

Mulailah dari patung gajah perunggu hadiah Raja Chulalongkorn dari Siam pada 1871, lalu menuju pameran Sejarah Awal di Gedung A, tempat fosil Manusia Jawa (Homo erectus) yang dikembalikan dari Belanda dipamerkan. Koleksi arca Hindu-Buddha — termasuk arca Bhairawa menjulang yang dikaitkan dengan Raja Adityawarman — serta ruang lampu Pendar dan ruang mata uang Numismatik yang baru di lantai 2 Gedung A juga menjadi sorotan.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjelajahi Museum Nasional Indonesia?

Sediakan waktu 2–3 jam untuk melihat sorotan Museum Nasional Indonesia. Rute 5 perhentian kami — Patung Gajah Perunggu dan Hall Majapahit, arca Hindu-Buddha, Sejarah Awal, dan lainnya — dirancang sesuai durasi tersebut. Tambahkan waktu untuk pameran temporer, toko suvenir, dan kafe.

Bagaimana cara ke sana dengan transportasi umum?

Naik TransJakarta Koridor 1 (Blok M–Kota) atau rute seperti 1A, 2, atau 3 ke Halte Monumen Nasional di Jalan Medan Merdeka Barat, lalu berjalan kaki sekitar tujuh menit. Dari Stasiun MRT Bundaran HI, lanjutkan dengan TransJakarta 1 atau 1P ke arah utara. Pengguna KRL Commuter Line bisa turun di Stasiun Juanda dan menyambung dengan TransJakarta rute 2 atau 14A ke Halte Monumen Nasional.

Bisakah kunjungan ke museum digabung dengan Monas?

Bisa. Museum ini berada di sisi barat Lapangan Merdeka, cukup dekat untuk berjalan kaki ke Monumen Nasional (Monas). Rencana yang populer adalah mengunjungi museum saat buka pukul 08.00, lalu ke Monas pada siang atau sore harinya. Museum-museum di Kota Tua, termasuk Museum Sejarah Jakarta dan Museum Wayang, terletak lebih ke utara di sepanjang jalur TransJakarta Koridor 1.

Apakah Museum Nasional Indonesia buka hari Senin?

Tidak — Museum Nasional Indonesia tutup setiap hari Senin. Rencanakan kunjungan ke museum lain pada hari tersebut dan periksa situs resmi untuk perubahan jam saat hari libur.