World Museum Guide
Museum Khusus ⏱ 1 jam

Museum Wayang

Jakarta · Indonesia · 1975

Museum Wayang, Jakarta

Photo: Chainwit. · CC BY 4.0

Jawaban singkat

Museum Wayang di Taman Fatahillah, Kota Tua, didedikasikan untuk seni wayang Indonesia, dengan lebih dari 6.000 wayang kulit, wayang golek, dan jenis wayang lainnya dari seluruh Nusantara dan mancanegara. Buka Selasa–Jumat: 09.00–15.00 WIB; Sabtu–Minggu: 09.00–20.00 WIB; tutup setiap hari Senin. Tiket: Rp10.000 untuk dewasa pada hari kerja dan Rp15.000 pada akhir pekan; Rp50.000 untuk wisatawan mancanegara. Luangkan waktu 1 jam.

Informasi pengunjung terakhir ditinjau 1 September 2026. Periksa situs resmi museum untuk informasi terbaru.

Museum Wayang sekilas: jam buka, harga tiket, dan lama kunjungan

Jam buka Selasa–Jumat: 09.00–15.00 WIB; Sabtu–Minggu: 09.00–20.00 WIB (Tutup setiap Senin)
Tutup Senin
Harga tiket Rp10.000 untuk dewasa pada hari kerja dan Rp15.000 pada akhir pekan; Rp50.000 untuk wisatawan mancanegara
Gratis atau diskon Anak-anak, pelajar, dan mahasiswa: Rp5.000 · Gratis pada Selasa–Jumat untuk lansia, penyandang disabilitas, dan pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) (wajib menunjukkan identitas)
Pemesanan Tiket biasanya tersedia di hari yang sama
Waktu kunjungan 1 jam
Waktu terbaik berkunjung Datanglah sebelum pukul 14.00 pada hari kerja (jam tutup dilaporkan antara pukul 15.00 dan 16.00), atau berkunjunglah pada Sabtu atau Minggu, saat museum buka hingga pukul 20.00.
Cara ke sana Kereta: KRL Commuter Line ke Stasiun Jakarta Kota — sekitar 5 menit berjalan kaki ke sisi barat Taman Fatahillah
Alamat Jl. Pintu Besar Utara No. 27, Pinangsia, Taman Sari, West Jakarta 11110, Indonesia
Situs resmi museum.kemenbud.go.id

Diperiksa 1 September 2026 dengan situs resmi. Harga dan jam buka bisa berubah — pastikan sebelum berangkat.

Museum Wayang terkenal karena apa?

Museum Wayang berdiri di sisi barat Taman Fatahillah, di lokasi gereja Belanda pertama di Batavia, Oude Hollandsche Kerk, yang dibangun pada 1640 dan dibangun ulang pada 1732 sebagai Nieuwe Hollandsche Kerk. Gereja tersebut hancur akibat gempa bumi pada 1808. Halaman gerejanya pernah menjadi tempat pemakaman Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, pendiri Batavia, dan sebuah batu peringatan untuknya disimpan di museum. Gedung yang ada sekarang didirikan pada 1912 sebagai gudang bergaya neo-Renaisans milik perusahaan Geo Wehry & Co dan dirombak pada 1938.

Gedung ini kemudian dibeli oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Perhimpunan Batavia untuk Seni dan Ilmu Pengetahuan) dan dibuka pada 22 Desember 1939 sebagai Oude Bataviasche Museum, museum tentang Batavia lama. Setelah kemerdekaan, gedung ini beralih ke lembaga kebudayaan Indonesia lalu ke Pemprov DKI Jakarta, yang menetapkannya sebagai Museum Wayang; museum ini diresmikan pada 13 Agustus 1975. Koleksi sejarah Batavia yang sebelumnya ada di sini kemudian dipindahkan ke Museum Sejarah Jakarta di seberang taman. Kini museum dikelola oleh Unit Pengelola Museum Seni milik Pemprov DKI Jakarta, yang juga mengelola museum-museum seni kota di Kota Tua.

Museum ini menyimpan lebih dari 6.000 wayang dari Indonesia dan mancanegara. Di antaranya wayang kulit Jawa dari kulit yang ditatah dan disungging, wayang golek Sunda, wayang Betawi khas Jakarta dan bentuk-bentuk wayang daerah lainnya, serta topeng, gamelan, dan boneka dari negara lain. Pertunjukan wayang, yang umumnya mengangkat kisah Mahabharata dan Ramayana, diproklamasikan UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2003 dan dicatat dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2008.

Setelah renovasi selama enam bulan, museum dibuka kembali pada Januari 2025 dengan tampilan dwibahasa Indonesia–Inggris, permainan interaktif termasuk gamelan digital, pertunjukan virtual, dan ruang imersif. Dua sosok Gatotkaca dan Pergiwa setinggi tiga meter kini menyambut pengunjung di pintu masuk, tradisi wayang daerah mengisi galeri-galeri pertama, dan lantai atas menampilkan wayang kontemporer dan mancanegara. Sejak Mei 2025, museum buka hingga pukul 20.00 setiap Sabtu dan Minggu, dengan harga tiket Rp10.000 pada hari kerja dan Rp15.000 pada akhir pekan.

Cocok untuk: Keluarga · Penikmat budaya · Pengunjung pertama kali

Berapa lama waktu yang dibutuhkan di Museum Wayang?

Luangkan waktu 1 jam. Dari sosok raksasa di pintu masuk, menyusuri tradisi wayang dari berbagai daerah di Indonesia, hingga galeri interaktif dan mancanegara.

  1. 1

    Gatotkaca dan Pergiwa

    📍 Pintu masuk

    Sosok setinggi tiga meter ini memberi gambaran skala — sekaligus menjadi spot foto wajib.

  2. 2

    Tradisi wayang daerah

    📍 Galeri daerah

    Bandingkan wayang kulit yang pipih dengan wayang golek yang diukir, dan cari wayang Betawi khas Jakarta.

  3. 3

    Zona interaktif

    📍 Tampilan interaktif

    Cobalah permainan gamelan digital dan tonton pertunjukan virtual untuk melihat cara kerja seorang dalang.

  4. 4

    Wayang kontemporer dan mancanegara

    📍 Lantai atas

    Lihat perbandingan tradisi boneka dari negara lain dengan wayang Indonesia.

  5. 5

    Batu peringatan Coen

    📍 Tanyakan kepada petugas

    Pengingat bahwa tempat ini dahulu adalah halaman Gereja Belanda Lama di Batavia.

Koleksi apa yang wajib dilihat di Museum Wayang?

1

Gatotkaca dan Pergiwa

Wayang raksasa · tokoh Mahabharata

📍 Pintu masuk

Dua sosok setinggi tiga meter, yaitu Gatotkaca, kesatria dalam Mahabharata, dan istrinya Pergiwa, yang dipasang dalam renovasi 2025 untuk menyambut pengunjung.

2

Wayang kulit

Perajin wayang Jawa · berbagai periode

📍 Galeri daerah

Wayang pipih dari kulit kerbau yang dipotong, ditatah, dan disungging, termasuk tokoh-tokoh Mahabharata dan Ramayana serta para punakawan jenaka seperti Semar.

3

Wayang golek

Perajin ukir Jawa Barat (Sunda)

📍 Galeri daerah

Boneka kayu tiga dimensi yang diukir dan dicat, digerakkan dengan tongkat — teater boneka klasik Jawa Barat.

4

Wayang mancanegara

Tradisi boneka dari negara lain

📍 Lantai atas

Boneka dari luar Indonesia yang dipajang bersama wayang kontemporer, memperlihatkan perkembangan seni boneka bayangan dan boneka tongkat di tempat lain.

5

Batu peringatan Jan Pieterszoon Coen

Masa kolonial Belanda · abad ke-17

Pelat peringatan yang menandai makam pendiri Batavia, Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, yang dimakamkan di halaman Gereja Belanda Lama yang dahulu berdiri di lokasi ini.

Tips berkunjung ke Museum Wayang

  1. 1.

    Aksesibilitas

    Gedung bersejarah dengan lantai atas; akses tanpa tangga mungkin terbatas — hubungi museum atau tanyakan kepada petugas saat tiba.

  2. 2.

    Waktu terbaik berkunjung

    Datanglah sebelum pukul 14.00 pada hari kerja (jam tutup dilaporkan antara pukul 15.00 dan 16.00), atau berkunjunglah pada Sabtu atau Minggu, saat museum buka hingga pukul 20.00.

  3. 3.

    Tiket & pemesanan

    Pengunjung perorangan tidak perlu memesan terlebih dahulu; beli tiket di loket saat tiba. Rombongan sebaiknya menghubungi museum lebih dulu.

  4. 4.

    Aturan foto

    Memotret santai lazim dilakukan di galeri; hindari lampu kilat di dekat wayang kulit yang disungging dan ikuti rambu yang ada.

Bagaimana cara ke Museum Wayang?

  • Kereta KRL Commuter Line ke Stasiun Jakarta Kota — sekitar 5 menit berjalan kaki ke sisi barat Taman Fatahillah
  • Bus TransJakarta Koridor 1 (Blok M–Kota) hingga halte akhir Kota di samping Stasiun Jakarta Kota
  • MRT/KRL MRT Jakarta ke Stasiun Bundaran HI, lalu TransJakarta Koridor 1 ke arah utara hingga Kota
  • Jalan kaki Satu menit berjalan kaki melintasi Taman Fatahillah dari Museum Sejarah Jakarta

Alamat: Jl. Pintu Besar Utara No. 27, Pinangsia, Taman Sari, West Jakarta 11110, Indonesia

Museum Wayang: pertanyaan yang sering diajukan

Berapa harga tiket masuk Museum Wayang?

Menurut Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, pengunjung dewasa membayar Rp10.000 pada Selasa–Jumat dan Rp15.000 pada Sabtu dan Minggu; anak-anak, pelajar, dan mahasiswa membayar Rp5.000, sedangkan wisatawan mancanegara membayar Rp50.000. Tiket dibeli di loket saat tiba. Beberapa situs perjalanan masih mencantumkan tarif dewasa lama sebesar Rp5.000, yang telah diganti berdasarkan Peraturan Daerah DKI Jakarta tahun 2024 tentang retribusi.

Kapan jam buka Museum Wayang?

Museum tutup setiap Senin. Sejak Mei 2025, museum buka hingga pukul 20.00 WIB pada Sabtu dan Minggu (mulai pukul 09.00). Pada hari kerja museum buka pukul 09.00; sebagian besar sumber menyebut jam tutup pukul 15.00, sementara registri museum nasional mencantumkan pukul 16.00, jadi datanglah sebelum pukul 15.00 pada hari kerja agar aman.

Apa itu wayang?

Wayang adalah seni pertunjukan boneka tradisional Indonesia. Bentuk yang paling terkenal adalah wayang kulit, boneka kulit pipih dari Jawa yang dimainkan di balik layar yang diterangi lampu, dan wayang golek, boneka kayu berukir yang digerakkan dengan tongkat dan identik dengan Jawa Barat. Pertunjukannya, yang diiringi gamelan, sering membawakan lakon dari Mahabharata dan Ramayana. UNESCO memproklamasikan teater wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2003.

Apa saja daya tarik utamanya?

Dua sosok Gatotkaca dan Pergiwa dari kisah Mahabharata setinggi tiga meter menyambut pengunjung di pintu masuk. Galeri-galeri berikutnya menampilkan tradisi wayang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk wayang khas Jakarta, sebelum lantai atas yang dikhususkan untuk wayang kontemporer dan mancanegara. Sejak renovasi 2025, tampilan interaktif mencakup permainan gamelan digital dan pertunjukan wayang virtual, dengan label dwibahasa Indonesia–Inggris.

Apakah Jan Pieterszoon Coen dimakamkan di sini?

Museum ini berdiri di lokasi Gereja Belanda Lama Batavia (1640), yang halamannya menjadi tempat pemakaman Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen. Gereja itu hancur akibat gempa bumi pada 1808, tetapi batu peringatan yang menandai makam Coen dipajang di museum. Lokasi ini menghubungkan museum dengan dekade-dekade awal Batavia di bawah Belanda.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan di sini?

Sekitar satu jam sudah cukup bagi sebagian besar pengunjung untuk melihat sosok di pintu masuk, galeri daerah, dan tampilan interaktif; pencinta wayang mungkin butuh waktu lebih lama. Karena Museum Sejarah Jakarta serta Museum Seni Rupa dan Keramik berada di alun-alun yang sama, Museum Wayang mudah dimasukkan ke dalam tur setengah hari di Kota Tua.

Bagaimana cara ke sana?

Naik KRL Commuter Line ke Stasiun Jakarta Kota, lalu berjalan kaki sekitar lima menit ke sisi barat Taman Fatahillah. TransJakarta Koridor 1 (Blok M–Kota) berakhir di Halte Kota di samping stasiun. MRT belum menjangkau Kota Tua, jadi dari Stasiun MRT Bundaran HI lanjutkan dengan TransJakarta Koridor 1. Museum Sejarah Jakarta hanya satu menit berjalan kaki dari sini.

Apakah ada pertunjukan wayang secara langsung?

Museum secara berkala menggelar pertunjukan wayang dan lokakarya pembuatan wayang, tetapi tidak setiap hari. Cek media sosial unit pengelola museum Jakarta atau tanyakan di loket tiket untuk jadwal terbaru. Di luar jadwal pertunjukan, galeri interaktif dan video memperkenalkan cara pembuatan wayang dan bagaimana seorang dalang menghidupkannya.

Apakah Museum Wayang gratis?

Tidak untuk semua pengunjung. Tiket masuk reguler: Rp10.000 untuk dewasa pada hari kerja dan Rp15.000 pada akhir pekan; Rp50.000 untuk wisatawan mancanegara. Gratis atau potongan harga: anak-anak, pelajar, dan mahasiswa Rp5.000; gratis pada Selasa–Jumat untuk lansia, penyandang disabilitas, dan pemegang KJP (wajib menunjukkan identitas).

Apakah Museum Wayang buka hari Senin?

Tidak — Museum Wayang tutup setiap hari Senin. Rencanakan kunjungan ke museum lain pada hari tersebut dan periksa situs resmi untuk perubahan jam saat hari libur.