World Museum Guide
Museum Seni ⏱ 2–3 jam

Museum Pasifika

Nusa Dua · Indonesia · 2006

Museum Pasifika, Nusa Dua

Photo: Museum Pasifika · CC BY-SA 4.0

Jawaban singkat

Museum Pasifika di kawasan ITDC Nusa Dua dibuka pada 2006 untuk memamerkan seni Asia dan Pasifik: lebih dari 600 karya dari 200 seniman asal 25 negara di sebelas ruang, mulai dari Raden Saleh dan Le Mayeur hingga Gauguin dan patung Vanuatu. Buka setiap hari: 10.00–18.00 WITA. Tiket: Rp77.000 untuk wisatawan domestik (WNI); Rp110.000 untuk wisatawan mancanegara; Rp55.000 untuk pelajar (dengan kartu pelajar yang berlaku); gratis untuk anak di bawah 12 tahun. Luangkan waktu 2–3 jam.

Informasi pengunjung terakhir ditinjau 22 Oktober 2026. Periksa situs resmi museum untuk informasi terbaru.

Museum Pasifika sekilas: jam buka, harga tiket, dan lama kunjungan

Jam buka Setiap hari: 10.00–18.00 WITA
Masuk terakhir 17.00 WITA
Harga tiket Rp77.000 untuk wisatawan domestik (WNI); Rp110.000 untuk wisatawan mancanegara; Rp55.000 untuk pelajar (dengan kartu pelajar yang berlaku); gratis untuk anak di bawah 12 tahun
Gratis atau diskon Anak di bawah 12 tahun: gratis · Pelajar dengan kartu pelajar yang berlaku: Rp55.000
Pemesanan Tiket biasanya tersedia di hari yang sama
Waktu kunjungan 2–3 jam
Waktu terbaik berkunjung Kapan saja: museum buka setiap hari pukul 10.00–18.00 WITA dengan batas masuk pukul 17.00.
Cara ke sana Taksi: Naik Grab, Gojek, atau taksi ke ITDC Area Blok P, Nusa Dua — sekitar 13 km (kira-kira 23 menit) dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan sekitar 20 km dari Denpasar
Alamat Complex Bali Tourism Development Corporation / ITDC Area Block P, Benoa, South Kuta, Badung Regency, Bali 80361, Indonesia
Situs resmi museum-pasifika.com

Diperiksa 22 Oktober 2026 dengan situs resmi. Harga dan jam buka bisa berubah — pastikan sebelum berangkat.

Museum Pasifika terkenal karena apa?

Museum Pasifika berawal dari gagasan 'Asia Pacific Art Centre' yang dicetuskan pada 2004 dan dibuka pada Agustus 2006 di kawasan wisata Nusa Dua, ujung selatan Bali. Tujuannya adalah melestarikan dan memperkenalkan beragam tradisi masyarakat Asia dan Pasifik serta menyandingkannya dengan karya-karya penting abad ke-20. Museum menyebut Philippe Augier sebagai salah satu pendirinya, dan memosisikan diri sebagai pusat budaya bagi seni yang melintasi batas negara, dengan karya para seniman yang pernah tinggal, singgah, atau terinspirasi oleh kawasan ini.

Arsitek Bali Popo Danes merancang kompleksnya: bangunan seluas sekitar 9.000 m² di atas lahan 12.500 m², tersusun atas delapan paviliun berisi sebelas ruang pamer yang mengelilingi taman. Paviliun pintu masuk yang besar menampung kafe yang menghadap taman, sedangkan lantai satu berisi ruang VIP, kantor, dan gudang. Sebagian area, termasuk Dutch Ballroom dan Kobot Garden Venue, juga disewakan untuk acara, sehingga kadang ada kegiatan di halaman, tetapi galeri tetap buka setiap hari.

Lebih dari 600 karya dari sekitar 200 seniman asal 25 negara dipamerkan secara tetap, sebagian besar dikelompokkan menurut asal seniman. Ruang I menampilkan maestro Indonesia, termasuk lima lukisan Raden Saleh serta karya Affandi, Ida Bagus Nyoman Rai, dan Hendra Gunawan. Ruang II sampai V berisi karya seniman Italia, Belanda, Prancis, dan Eropa lain yang pernah berkarya di Indonesia, antara lain Gilda Ambron, Isaac Israëls, Willem Hofker, Pierre Sicard, dan Le Mayeur, yang ruangannya juga memajang surat dari Soekarno. Ruang-ruang berikutnya beralih ke Indochina dan Asia, lalu Vanuatu dan Polinesia, dengan patung, artefak, baju perang, perahu, dan kain tapa.

Museum buka setiap hari pukul 10.00–18.00 WITA dengan batas masuk terakhir pukul 17.00 dan menyarankan waktu dua sampai tiga jam untuk kunjungan lengkap. Tiket dapat dibeli untuk tanggal tertentu melalui halaman pemesanan yang ditautkan dari situs webnya atau di loket: Rp77.000 untuk pemegang KTP Indonesia, Rp110.000 untuk wisatawan mancanegara, dan Rp55.000 untuk pelajar, sedangkan anak di bawah 12 tahun gratis. Audio guide menjelaskan setiap ruang, dan museum juga menggelar lokakarya batik, lukis, dan tanah liat. Lokasinya sekitar 13 km dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sehingga mudah disinggahi dari hotel-hotel di Nusa Dua.

Cocok untuk: Pencinta seni · Saat hujan · Pengunjung pertama kali

Koleksi apa yang wajib dilihat di Museum Pasifika?

1

Legong Dancer (Penari Legong)

Romualdo Locatelli · Italia, 1905–1943

Lukisan penari Legong Bali yang disebut museum sebagai mahakarya yang menangkap esensi tari tradisional Bali.

2

Raden Mas Jodjana

Isaac Israëls · Belanda

📍 Ruang Belanda (III)

Lukisan Israëls tentang penari Jawa Raden Mas Jodjana disebut sebagai mahakarya Ruang Belanda, yang menghadirkan kembali dunia para pelukis Belanda di Indonesia masa kolonial.

3

Ramayana

I Gusti Ketut Kobot · Bali

📍 Ruang VI

Lukisan Ramayana berukuran 6 × 4 m yang tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI), dipajang di ruang yang dibuat untuk pameran seni KTT G20.

4

Women Offering to the Sacred Pond

Adrien-Jean Le Mayeur · Belgia, 1880–1958

Salah satu karya unggulan pelukis Belgia yang menetap di Sanur; ruang Indo-Eropa juga memajang kanvas besar Le Mayeur dan surat Soekarno untuknya.

5

Lukisan-lukisan Raden Saleh

Raden Saleh · Jawa, abad ke-19

📍 Ruang Indonesia (I)

Lima lukisan Raden Saleh membuka Ruang Indonesia, berdampingan dengan karya Affandi, Ida Bagus Nyoman Rai, dan Hendra Gunawan.

Koleksi dan sorotan

  • • Maestro Indonesia, antara lain Raden Saleh, Affandi, dan Hendra Gunawan
  • • Seniman Italia, Belanda, dan Prancis yang berkarya di Indonesia
  • • Le Mayeur dan pelukis Eropa lain di Bali
  • • Seni Indochina dan Asia lainnya
  • • Patung, baju perang, dan perahu Vanuatu serta Polinesia
  • • Tekstil Pasifik, termasuk kain tapa

Tips berkunjung ke Museum Pasifika

  1. 1.

    Waktu terbaik berkunjung

    Kapan saja: museum buka setiap hari pukul 10.00–18.00 WITA dengan batas masuk pukul 17.00. Datanglah paling lambat sekitar pukul 15.00 agar sempat berkeliling dua sampai tiga jam; pilihan tepat saat hujan atau terik siang di Nusa Dua.

  2. 2.

    Tiket & pemesanan

    Beli daring untuk tanggal tertentu melalui halaman pemesanan museum (berlaku sekali masuk pada tanggal itu) atau di loket: Rp77.000 pemegang KTP Indonesia, Rp110.000 wisatawan mancanegara, Rp55.000 pelajar berkartu, anak di bawah 12 tahun gratis. Tarif rombongan tersedia atas permintaan.

  3. 3.

    Aksesibilitas

    Pengguna kursi roda dipersilakan, begitu pula kereta dorong bayi kecuali ada ketentuan lain pada pameran khusus. Tas besar, ransel, dan payung wajib dititipkan gratis di ruang penitipan.

  4. 4.

    Aturan foto

    Foto diam untuk keperluan pribadi hanya boleh di galeri koleksi, tanpa lampu kilat dan tripod; merekam video hanya diizinkan di lobi.

Bagaimana cara ke Museum Pasifika?

  • Taksi Naik Grab, Gojek, atau taksi ke ITDC Area Blok P, Nusa Dua — sekitar 13 km (kira-kira 23 menit) dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan sekitar 20 km dari Denpasar
  • Mobil Masuk ke kawasan resor ITDC Nusa Dua dan menuju Blok P (Jalan ITDC Nusa Dua Lot BC, Benoa)

Alamat: Complex Bali Tourism Development Corporation / ITDC Area Block P, Benoa, South Kuta, Badung Regency, Bali 80361, Indonesia

Sumber yang kami periksa

Fakta pengunjung dan sejarah di halaman ini berasal dari sumber berikut, diperiksa pada tanggal yang tertera.

  1. Museum Pasifika — online tickets (official booking page linked as 'Get Tickets' from museum-pasifika.com) — Museum Pasifika (via Agathis), 22 Oktober 2026
  2. Museum Pasifika — Home — Museum Pasifika, 22 Oktober 2026
  3. Admission — Museum Pasifika, 22 Oktober 2026
  4. About — Museum Pasifika, 22 Oktober 2026
  5. Collections — Museum Pasifika, 22 Oktober 2026
  6. Museum Pasifika Punya 11 Ruangan, Intip Keunikannya (22 May 2024) — detikTravel, 22 Oktober 2026
  7. Menelisik Keunikan Museum Pasifika Bali: Sejarah, Daya Tarik, Rute, Tiket (9 April 2023) — detikBali, 22 Oktober 2026

Museum Pasifika: pertanyaan yang sering diajukan

Berapa harga tiket masuk Museum Pasifika?

Menurut halaman pemesanan resmi museum, tiket standar Rp77.000 untuk pemegang KTP Indonesia dan Rp110.000 untuk wisatawan mancanegara, sudah termasuk pajak pemerintah 10%. Pelajar membayar Rp55.000 dengan kartu pelajar yang berlaku, dan anak di bawah 12 tahun gratis. Paket dengan minuman selamat datang (Rp132.000 atau Rp165.000) atau pemandu museum pribadi (Rp165.000 atau Rp220.000) juga tersedia, dan lokakarya seni Rp495.000 termasuk tiket masuk.

Di mana lokasi Museum Pasifika dan bagaimana cara ke sana?

Museum berada di Blok P kawasan resor ITDC (dulu BTDC) Nusa Dua, Kuta Selatan, di semenanjung selatan Bali. Kebanyakan pengunjung datang dengan Grab, Gojek, taksi, atau mobil hotel: jaraknya sekitar 13 km atau kira-kira 23 menit berkendara dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan sekitar 20 km dari Denpasar.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berkeliling Museum Pasifika?

Museum menyarankan dua sampai tiga jam untuk menjelajahi kesebelas ruangnya, dari pelukis Indonesia, Italia, Belanda, dan Prancis hingga Indochina, Asia, Vanuatu, dan Polinesia. Batas masuk terakhir pukul 17.00 WITA, jadi datanglah sekitar pukul 15.00 agar bisa berkeliling dengan santai, dan tambahkan waktu untuk tur berpemandu atau lokakarya.

Apa saja koleksi unggulan Museum Pasifika?

Sorotannya antara lain lima lukisan Raden Saleh di Ruang Indonesia, Legong Dancer karya Romualdo Locatelli, lukisan Isaac Israëls tentang penari Jawa Raden Mas Jodjana di Ruang Belanda, karya Le Mayeur beserta surat Soekarno untuknya di Ruang Indo-Eropa, lukisan Ramayana 6 × 4 m karya I Gusti Ketut Kobot, serta patung, baju perang, dan perahu dari Pasifik.

Bolehkah memotret di dalam Museum Pasifika?

Boleh, untuk keperluan pribadi: foto diam diizinkan di galeri koleksi tetapi tanpa lampu kilat dan tripod, sedangkan merekam video hanya boleh di lobi. Tas besar, ransel, dan payung tidak boleh dibawa ke galeri; titipkan gratis di ruang penitipan. Pensil boleh dipakai untuk membuat sketsa, tetapi pulpen, spidol, cat, arang, dan pastel tidak.

Apakah Museum Pasifika cocok dikunjungi saat hujan di Nusa Dua?

Cocok. Museum ini berada di dalam ruangan, buka setiap hari pukul 10.00–18.00 WITA, dan terletak di kawasan resor Nusa Dua sehingga mudah dijangkau dari hotel tepi pantai ketika cuaca berubah. Museum juga menggelar lokakarya batik, lukis, dan tanah liat, serta tur berpemandu untuk rombongan dalam bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, Prancis, Jerman, dan lainnya dengan perjanjian.

Apakah Museum Pasifika gratis?

Tidak, kecuali untuk anak di bawah 12 tahun. Tiket masuk Rp77.000 untuk wisatawan domestik (WNI) dan Rp110.000 untuk wisatawan mancanegara, sedangkan pelajar dengan kartu pelajar yang berlaku membayar Rp55.000.

Jam berapa Museum Pasifika buka?

Museum Pasifika buka setiap hari: 10.00–18.00 WITA. Masuk terakhir: 17.00 WITA. Jam buka dapat berubah saat hari libur, jadi periksa situs resmi sebelum berkunjung.

Apakah Museum Pasifika buka hari Senin?

Ya — Museum Pasifika buka setiap hari, termasuk Senin dan Minggu: Setiap hari: 10.00–18.00 WITA. Periksa situs resmi untuk jam buka saat hari libur.